Kuliner Kota Semarang

Rasa yang dibawa kapal dagang, diwariskan turun-temurun

Sebagai kota pelabuhan tempat bertemunya pedagang Tionghoa, Arab, dan Eropa selama berabad-abad, Semarang mewarisi dapur yang kaya akulturasi. Jelajahi hidangan-hidangan yang membentuk identitas rasa kota ini.

Akulturasi rasa

Dapur yang tumbuh dari jalur dagang

Julukan "Kota Lumpia" hanyalah satu jejak dari sejarah panjang kuliner Semarang. Sejak abad ke-19, kota pesisir ini menjadi persinggahan pedagang Tionghoa yang membawa teknik menggoreng dan mengukus, berbaur dengan bumbu rempah Jawa dan sentuhan Eropa dari masa kolonial.

Ciri khasnya: bumbu yang cenderung sederhana namun tajam rasanya, banyak disajikan hangat, dan tak jarang berpadu dengan sambal atau petis kental — cocok dengan iklim pesisir yang panas.

"Setiap suapan lumpia atau semangkuk soto di Semarang membawa cerita tiga budaya yang pernah berlabuh di kotanya."

Ikon kuliner

Lumpia Semarang

Sejak abad ke-19

Kulit renyah, isian yang berlapis budaya

Lumpia Semarang lahir dari perkawinan dua dapur: kudapan rebung ala Tionghoa yang dibawa Tjoa Thay Joe dari Fujian, bertemu bumbu Jawa yang gurih. Isian rebung, telur, udang atau ayam digulung dalam kulit tipis, lalu digoreng hingga renyah keemasan.

Disantap hangat bersama daun bawang, acar mentimun, dan cabai rawit — perpaduan renyah, gurih, dan pedas yang membuat kota ini dijuluki "Kota Lumpia".

Gang LombokSentra lumpia tertua
Digoreng / BasahDua pilihan penyajian
Rebung, udang, telurIsian utama
Ragam rasa lainnya

Tujuh hidangan wajib coba di Semarang

Dari sarapan berkuah hingga oleh-oleh untuk dibawa pulang, berikut kuliner khas yang tumbuh bersama kota ini.

Tahu Gimbal

Simpang Lima & sepanjang Jl. Menteri Supeno

Tahu goreng, lontong, kol mentah, dan gimbal (udang goreng tepung) disiram bumbu kacang berpetis yang kental dan sedikit pedas.

Bandeng Presto

Pandanaran, sentra oleh-oleh

Ikan bandeng dimasak dengan tekanan tinggi hingga duri-durinya melunak, sehingga bisa disantap utuh. Favorit sebagai oleh-oleh khas.

Wingko Babat

Toko-toko oleh-oleh di seluruh kota

Kue bundar dari kelapa parut dan tepung ketan, dipanggang hingga pinggirnya sedikit kecokelatan. Manis gurih, aroma kelapanya kuat.

Soto Bangkong

Jl. Brigjen Katamso

Soto ayam dengan kuah bening namun kental rempah, diwariskan turun-temurun sejak beberapa generasi. Cocok disantap dengan nasi dan sate kerang.

Nasi Ayam Semarang

Pasar Berok & area Simpang Lima

Nasi dengan sayur labu siam berkuah santan, suwiran ayam, telur pindang, dan taburan bawang goreng — biasa jadi menu sarapan.

Tahu Pong

Karangsaru, sejak era 1930-an

Tahu goreng yang menggelembung dan berongga di dalamnya ("kopong"), disantap dengan telur, acar, dan saus petis encer.